I love you mama
Dulu saat aku bersedih kau adalah orang yg pertama kali
bertanya pada ku “knapa ky,koq cemberut gitu”kau bertanya pada ku sembari
memegang pundak ku,dulu saat aku pulang bermain dan menangis kau juga,yg
mengajarkan aku untuk kuat,sambil mngatakan kalau main jangang cengeng,kalau
cengeng gk usah main,main.aku juga ingat saat aku berantem dengan teman ku,dan
aku pulang sambil teisak-isak,aku mengadu pada mu,tapi sekali lagi jawaban
mu,hanyasekadar “kalau berantem jangan nangis”,”tapi ma dia yg duluan”ucap ku
membantah perkatan mu,dan sekali lagi jawaban mu hanya sekedar, “dia gk mungkin
jahatin kamu,kalau kamu gk jahat juga sama dia”
Kau,adalah sosok yg mengajarkan ku bahwa siapa pun orang
nya,kalau dia memang bersalah dia pantas mendapatkan ukuman,kau juga yg
mengajarkan aku kesetian seorang istri pada suaminya,aku tau kehidupan yg kau
jalani dengan ayah tak mudah untuk dijalani,sering aku melihat mu menangis
sendiri,sering aku melihat mu,menyimpan luka yg di bungkus sebuah senyuman,saat
keadaan ekonomi keluaarga kita tak stabil,kau tak malu untuk bekerja dan
membantu ayah,apapun kau lakukan demi membantu meringan kan beban ekonomi
keluarga,saat kau memasak makanan dengan style yg luar biasa untuk kami menurut
ku,tapi malah di ejek ayah,kau hanya terdiam,bakan tak jarang masakan mu,tak
disentuh oleh ayah yg selera masakan nya sangat monoton, kau mencoba
tegar,ibu,kau adalah sosok yg terhebat yg pernah ku ku temui,kau tak perduli
kalau semua orang memandang mu sebelah mata,bahkan kau di kucilkan di pergaulan
kau tak perduli,tapi jika ada orang yg menyakiti kami anak mu,tak perduli
siapapun orang nya,kau pasti siap untuk membela kami,ibu,terkadang aku berfikir
sanggupkah kelak aku menjadi seperti mu,menjadi seorang istri sabar manghadapi
cobaan hidup yg berat,sanggupkah kelak aku menahan amara ku,pada keluargaku seperti dirimu mama.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar